Langsung ke konten utama

Postingan

Hutan Perempuan

Kawasan Hutan Perempuan   Hai para pejalan , kali ini saya akan mengajak kalian mengintip kisah dibalik kawasan Hutan mangrove di seputaran teluk dalam / teluk youtefa di Kota Jayapura. Beberapa waktu belakangan ini Hutan Mangrove di seputaran teluk youtefa ini santer dengan sebutan Hutan Perempuan.   Saya pun penasaran dan memantabkan hati untuk mengunjugi tempat ini.   Sebelumnya saya sudah memiliki nomor kontak Mama Kepala Kampung sehingga langung dapat membuat janji dengan beliau . Pagi itu tanggal 09 Des 20 saya dan beberapa teman langsung menuju ke Darmaga Ciberi untuk bertemu Bapak Orgenes Meraudje yang adalah Kepala Kampung Engros,   yang akan menjadi tour guide sekaligus membawa speed yang kami tumpangi .   Lokasinya tidak dak jauh dari darmaga sekitar 15 menit untuk dapat sampai pada Hutan mangrove yang menjadi tempat curahan hati mama – mama di Kampung Engros ini. Tonot yang dalam Bahasa lokal artinya Hutan Margrove Wiyat artinya ajakan untuk dat...

Anak Papua Pengrajin Mebel

P apua sangat kaya akan   bergagai jenis kayu kualitas terbaik seperti   kayu, dari kelompok merbau, kelompok rimba campur, dan kelompok kayu indah. Jika fungsi hutan kayu ini masih terjaga tentu masyarakat adat pemilik ulayat pun akan tetap menikmati hasil nya, selama hutan tersebut dikelola dengan system keberlanjutan tentunya. Bahkan bukan hanya masyarakat adat pemilik ulayat namun masyakat luas lainnya pun bisa mendapatkan keuntungan dari kayu – kayu terbaik yang dihasilkan oleh Hutan Papua. Yunus Inwasef, atau yang akrab di sapa Yunus adalah seorang anak muda Papua yang memutuskan untuk banting stir menjadi pengrajin mebel. Sebetulnya profesi ini adalah profesi sampingan Yunus kala bekerja sebelumnya sebagai salah satu   Community Logging officer di WWF Indonesia Program Papua. Yunus menceritakan bahwa dulunya ia belum memiliki keahlian dalam dunia permebelan, namun dikarenakan semasa berkerja ia banyak memfasilitasi masyarakat adat dalam mendapatkan pelatihan per...

Misi Dibalik Kedai Kopi Mobile Hitz di Kota Jayapura

  K ota Jayapura sebagai Ibukota Provinsi Papua tidak kalah saing dengan beberapa kota besar lainnya di Indonesia yang menawarkan berbagai bentuk kreasi anak muda dalam mendesain dan membranding kedai kopi mereka.   Jika jalan – jalan di kota Jayapura , jangan kaget kedai kopi mulai berdiri di setiap sudut kota. Mulai dari kedai kopi di dalam mall, ruko, warung kecil, gerobak sampai kedai kopi mobile.   Ngomongin kopi tentu tidak jauh dari gaya hidup milenial saat ini, rasanya kalau belum nongkrong di kedai kopi belum keren. Hal tersebut lah yang membuat para pengusaha muda di berbagai kota menangkap peluang ini sebagai   bisnis start up mereka. Pic by : big_jos29 Selain menangkap peluang karena gaya hidup ngopi makin trend dikalangan anak muda, ada juga cerita lain yang melatarbelakangi maraknya usaha kedai kopi di berbagai kota, tentu ceritanya beragam yah hehehe. Seperti salah satu kedai kopi mobile yang saat ini menjadi salah satu kedai Kopi favorit bagi para ...

Berawal Dari Gerobak Sederhana

  Pic by : @big_jos29 Secangkir kopi memang nikmat untuk diseruput kapan saja. Entah sebagai suntikan energi di pagi hari, penyemangat di kala setelah makan siang, atau hangout bersama teman saat sore sampai malam hari. Ngopi dan duduk santai di kedai juga telah menjadi kebutuhan hampir seluruh warga   di kota – kota besar. Kepopuleran gaya hidup ini membuat sorang anak muda asli Biak yang akrab di sapa Aten ini juga berani untuk terjun di usaha Kedai Kopi . Ketertarikan Aten dengan kopi berawal dari secangkir kopi single origin kurma racikan teman yang sempat membuat Aten tidak tidur tiga hari. Perkenalan Aten dengan kopi di tahun 2015 membuat Aten memiliki minat untuk serius menjadikan   kopi sebagai peluang usaha nya. Tidak hanya sebatas kenal di kulit saja, Pria kelahiran 1993 ini mulai memperdalam skill dalam meracik kopi. Ia mulai belajar tehknik meracik kopi baik itu manual atau yang menggunakan mesin. Tidak ada niat yang tidak disertai dengan usaha yang gigi...

Bukan Hanya Ramai Pengunjung, Namun juga Mulai Diramaikan Oleh Sampah Plastik

 Kabupaten Jayapura saat ini memiliki tempat wisata favorit yang baru saja diresmikan oleh Bupati Kabupaten Jayapura 17 Agustus 2020 kemarin . Pholeuw Park namanya , tempat wisata yang mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal tersebut berdiri di atas tanah seluas 6.500 meter persegi. Letaknya yang strategis yakni di pinggir jalan raya abe menuju sentani membuat tempat ini banyak dikunjungi oleh wisatwan lokal.  Selain tempat nya yang strategis tempat ini juga  sangat menarik perhatian bagi para pemburu sunset, pasalnya lokasi tersebut adalah spot yang tepat untuk menikmati indahnya sang surya kala terbenam. Namun sayang ketika saya mengunjungi tempat ini cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga saya belum bisa menikmati indahnya sunset di lokasi baru ini.  Sesaat setibanya saya di lokasi ini, mata saya mulai tertuju pada jejak  yang ditinggalkan oleh orang -orang yang belum peduli akan kebersihan lingkungan. Sampah - Sampah Plastik terlihat hampir di setiap sudut...

Wisata Kuburan Tua Padwa

Kota Biak, salah satu Kabupaten kepulauan di teluk saireri yang menawarkan pesona alam yang eksotis. Yang sudah pernah mengunjungi kota Biak pasti tau wisata bahari dan sejarah yang disodorkan oleh kota ini cukup etnik dan menawan. Goa Jepang dan Monumen perang Dunia ke- II di Parai contohnya , adalah spot sejarah yang sudah  dikenal banyak orang dan menyimpan bukti dan kedasayatan dari perang dunia ke- II kala itu.  Namun ternyata bukan hanya sejarah peninggalan Perang Dunia ke-II yang menjadi obejek wisata sejarah di Biak . Kota Biak tepatnya di salah satu kampung di Dstrik Yendidori juga menyimpan cerita peradaban para leluhur Biak di masa prasejarah. Dikenal dengan nama Kuburan Tua Padwa, lokasi wisata  baru  yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor  untuk dikunjungi dan dinikmati keeksotisannya oleh para pengunjung.  Kampung PADWA  yang artinya dalam bahasa biak adalah kurungan. Dinamakan Padwa/kurungan karena kampung yang me...