Langsung ke konten utama

Hutan Perempuan

Kawasan Hutan Perempuan   Hai para pejalan , kali ini saya akan mengajak kalian mengintip kisah dibalik kawasan Hutan mangrove di seputaran teluk dalam / teluk youtefa di Kota Jayapura. Beberapa waktu belakangan ini Hutan Mangrove di seputaran teluk youtefa ini santer dengan sebutan Hutan Perempuan.   Saya pun penasaran dan memantabkan hati untuk mengunjugi tempat ini.   Sebelumnya saya sudah memiliki nomor kontak Mama Kepala Kampung sehingga langung dapat membuat janji dengan beliau . Pagi itu tanggal 09 Des 20 saya dan beberapa teman langsung menuju ke Darmaga Ciberi untuk bertemu Bapak Orgenes Meraudje yang adalah Kepala Kampung Engros,   yang akan menjadi tour guide sekaligus membawa speed yang kami tumpangi .   Lokasinya tidak dak jauh dari darmaga sekitar 15 menit untuk dapat sampai pada Hutan mangrove yang menjadi tempat curahan hati mama – mama di Kampung Engros ini. Tonot yang dalam Bahasa lokal artinya Hutan Margrove Wiyat artinya ajakan untuk dat...

Berawal Dari Gerobak Sederhana

 

Pic by : @big_jos29



Secangkir kopi memang nikmat untuk diseruput kapan saja. Entah sebagai suntikan energi di pagi hari, penyemangat di kala setelah makan siang, atau hangout bersama teman saat sore sampai malam hari. Ngopi dan duduk santai di kedai juga telah menjadi kebutuhan hampir seluruh warga  di kota – kota besar. Kepopuleran gaya hidup ini membuat sorang anak muda asli Biak yang akrab di sapa Aten ini juga berani untuk terjun di usaha Kedai Kopi .

Ketertarikan Aten dengan kopi berawal dari secangkir kopi single origin kurma racikan teman yang sempat membuat Aten tidak tidur tiga hari. Perkenalan Aten dengan kopi di tahun 2015 membuat Aten memiliki minat untuk serius menjadikan  kopi sebagai peluang usaha nya. Tidak hanya sebatas kenal di kulit saja, Pria kelahiran 1993 ini mulai memperdalam skill dalam meracik kopi. Ia mulai belajar tehknik meracik kopi baik itu manual atau yang menggunakan mesin.

Tidak ada niat yang tidak disertai dengan usaha yang gigih. Aten bercerita bahwa di tahun 2019 dirinya mulai memantabkan  diri untuk membuka usah kopi kecil – kecilan. Di awali dengan jualan kopi di Gerobak, pria yang juga memiliki hobi fotografi ini mulai memancing target pasarnya dengan kopi racikan tangannya sendiri. Bagi Aten kenikmatan Kopi tersimpan dalam rasa dan kualitas kopi itu sendiri, sehingga ia yakin jika ia mampu memberikan rasa dan kualitas kopi yang baik maka dengan sendirinya orang akan mondar – mandir di gerobak sederhananya.  Dengan gerobak dan peralatan tempur seadanya aten merasa optimis untuk terus mengembangkan usahanya . Kegigihan dan optimisme Aten membuahkan hasil, yakni di tahun 2020 Aten mulai meninggalkan gerobak sejarahnya dan membuka kedai kopi kecil – kecilan yang saat ini dikenal dengan nama Kopi Aten Byak.

Pic by : @big_jos29

Boleh di bilang Aten adalah pengusaha kopi Putra Daerah asli biak  yang satu – satunya  sampai hari ini dapat  menujukan kegigihan dan semangat dalam berbisnis di Industri kedai kopi.  Kopi Aten yang letaknya sangat strategis dipinggir Jl Bosnik Raya ini hampir ramai oleh pengunjung setiap harinya. Yang menjadi menu andalan dan paliing dicari orang adalah Ice Coffe Vanilla , selain itu ada juga beberapa menu pilihan lainnya. Yang tak kalah menarik Kopi Aten juga bukan hanya menjual menu beraroma kopi saja , menu lainnya seperti long drink dan tropical rum wishkey juga menjadi minuman favorit pengunjung dikala ingin menyejukan dahaga dari panasnya kota Biak. 

Seorang Aten berharap agar dirinya dapat menjadi saluran berkat dan inspirasi bagi anak – anak  muda asli Biak yang berada di Kota Biak saat ini. Kenapa? Karena bagi aten di era perkembangan zaman saat ini kita dituntut juga untuk dapat mengembangkan ide kreatif, skill di bidang lain yang juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan. “Jaman sekarang jangan hanya menggantungkan cita – cita sebagai PNS , masih banyak hal lain yang bisa mendatangkan penghasilan dan menjanjikan,  selama ada niat dan usaha pasti ada jalan “ tutur Aten.

Jika ke Anda ke Biak atau saat ini sedang di Biak , jangan lupa mampir untuk menyeruput nikmatnya kopi Racikan tangan Putra Daerah Asli Biak di Kedai minimalisnya  ini yaa. Selamat mencoba..




 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Kuburan Tua Padwa

Kota Biak, salah satu Kabupaten kepulauan di teluk saireri yang menawarkan pesona alam yang eksotis. Yang sudah pernah mengunjungi kota Biak pasti tau wisata bahari dan sejarah yang disodorkan oleh kota ini cukup etnik dan menawan. Goa Jepang dan Monumen perang Dunia ke- II di Parai contohnya , adalah spot sejarah yang sudah  dikenal banyak orang dan menyimpan bukti dan kedasayatan dari perang dunia ke- II kala itu.  Namun ternyata bukan hanya sejarah peninggalan Perang Dunia ke-II yang menjadi obejek wisata sejarah di Biak . Kota Biak tepatnya di salah satu kampung di Dstrik Yendidori juga menyimpan cerita peradaban para leluhur Biak di masa prasejarah. Dikenal dengan nama Kuburan Tua Padwa, lokasi wisata  baru  yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor  untuk dikunjungi dan dinikmati keeksotisannya oleh para pengunjung.  Kampung PADWA  yang artinya dalam bahasa biak adalah kurungan. Dinamakan Padwa/kurungan karena kampung yang me...

Anak Papua Pengrajin Mebel

P apua sangat kaya akan   bergagai jenis kayu kualitas terbaik seperti   kayu, dari kelompok merbau, kelompok rimba campur, dan kelompok kayu indah. Jika fungsi hutan kayu ini masih terjaga tentu masyarakat adat pemilik ulayat pun akan tetap menikmati hasil nya, selama hutan tersebut dikelola dengan system keberlanjutan tentunya. Bahkan bukan hanya masyarakat adat pemilik ulayat namun masyakat luas lainnya pun bisa mendapatkan keuntungan dari kayu – kayu terbaik yang dihasilkan oleh Hutan Papua. Yunus Inwasef, atau yang akrab di sapa Yunus adalah seorang anak muda Papua yang memutuskan untuk banting stir menjadi pengrajin mebel. Sebetulnya profesi ini adalah profesi sampingan Yunus kala bekerja sebelumnya sebagai salah satu   Community Logging officer di WWF Indonesia Program Papua. Yunus menceritakan bahwa dulunya ia belum memiliki keahlian dalam dunia permebelan, namun dikarenakan semasa berkerja ia banyak memfasilitasi masyarakat adat dalam mendapatkan pelatihan per...

Hutan Perempuan

Kawasan Hutan Perempuan   Hai para pejalan , kali ini saya akan mengajak kalian mengintip kisah dibalik kawasan Hutan mangrove di seputaran teluk dalam / teluk youtefa di Kota Jayapura. Beberapa waktu belakangan ini Hutan Mangrove di seputaran teluk youtefa ini santer dengan sebutan Hutan Perempuan.   Saya pun penasaran dan memantabkan hati untuk mengunjugi tempat ini.   Sebelumnya saya sudah memiliki nomor kontak Mama Kepala Kampung sehingga langung dapat membuat janji dengan beliau . Pagi itu tanggal 09 Des 20 saya dan beberapa teman langsung menuju ke Darmaga Ciberi untuk bertemu Bapak Orgenes Meraudje yang adalah Kepala Kampung Engros,   yang akan menjadi tour guide sekaligus membawa speed yang kami tumpangi .   Lokasinya tidak dak jauh dari darmaga sekitar 15 menit untuk dapat sampai pada Hutan mangrove yang menjadi tempat curahan hati mama – mama di Kampung Engros ini. Tonot yang dalam Bahasa lokal artinya Hutan Margrove Wiyat artinya ajakan untuk dat...