Langsung ke konten utama

Hutan Perempuan

Kawasan Hutan Perempuan   Hai para pejalan , kali ini saya akan mengajak kalian mengintip kisah dibalik kawasan Hutan mangrove di seputaran teluk dalam / teluk youtefa di Kota Jayapura. Beberapa waktu belakangan ini Hutan Mangrove di seputaran teluk youtefa ini santer dengan sebutan Hutan Perempuan.   Saya pun penasaran dan memantabkan hati untuk mengunjugi tempat ini.   Sebelumnya saya sudah memiliki nomor kontak Mama Kepala Kampung sehingga langung dapat membuat janji dengan beliau . Pagi itu tanggal 09 Des 20 saya dan beberapa teman langsung menuju ke Darmaga Ciberi untuk bertemu Bapak Orgenes Meraudje yang adalah Kepala Kampung Engros,   yang akan menjadi tour guide sekaligus membawa speed yang kami tumpangi .   Lokasinya tidak dak jauh dari darmaga sekitar 15 menit untuk dapat sampai pada Hutan mangrove yang menjadi tempat curahan hati mama – mama di Kampung Engros ini. Tonot yang dalam Bahasa lokal artinya Hutan Margrove Wiyat artinya ajakan untuk dat...

Wisata Kuburan Tua Padwa



Kota Biak, salah satu Kabupaten kepulauan di teluk saireri yang menawarkan pesona alam yang eksotis. Yang sudah pernah mengunjungi kota Biak pasti tau wisata bahari dan sejarah yang disodorkan oleh kota ini cukup etnik dan menawan. Goa Jepang dan Monumen perang Dunia ke- II di Parai contohnya , adalah spot sejarah yang sudah  dikenal banyak orang dan menyimpan bukti dan kedasayatan dari perang dunia ke- II kala itu. 

Namun ternyata bukan hanya sejarah peninggalan Perang Dunia ke-II yang menjadi obejek wisata sejarah di Biak . Kota Biak tepatnya di salah satu kampung di Dstrik Yendidori juga menyimpan cerita peradaban para leluhur Biak di masa prasejarah. Dikenal dengan nama Kuburan Tua Padwa, lokasi wisata  baru  yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor  untuk dikunjungi dan dinikmati keeksotisannya oleh para pengunjung.  Kampung PADWA  yang artinya dalam bahasa biak adalah kurungan. Dinamakan Padwa/kurungan karena kampung yang menyimpan sejarah ini di apit oleh dua tanjung.  Kurang lebih anda harus menempuh  30 -40 menit dengan kendaraan mobil untuk tiba di kampung ini dari Kota.  Anda akan disambut oleh Gapura selamat datang sebelum memasuki start point pada lokasi wisata ini.  Karena letaknya dibawah dan cukup terjal terdapat  -+ 100 anak tangga yang harus ditapaki untuk menuju kepada spot inti pantai kuburan tua ini. Bagi  anda yang nantinya kelelahan pada saat menapaki anak tangga , jangan kahwatir karena ada beberapa tempat duduk yang disediakan untuk anda sedikit menarik nafas sejenak melepas lelah. Hutan dan rindangnya pepohonan memberikan efek sejuk dan menudungi anda dari teriknya matahari pada perjalanan anda  menuruni anak tangga. 

Kata orang untuk menikmati sesuatu yang indah pasti butuh perjuangan , kalimat tersebut tepat untuk menyemangati anda yang ingin menikmati indahnya wisata sejarah, dan alam di tempat ini. Setibanya anda dibawah, mata anda akan di jamu oleh pesona dari laut biru kehijauan di pantai Padwa. Terlihat tebing - tebing karang di bibir pantai . Tebing  - tebing tersebutlah yang dinamakan kuburan tua anda bisa mengelilinginya dengan berjalan diatas jembatan kayu. 

Pada masa prasejarah para leluhur dan nenek moyang di Kampung ini memiliki tradisi yang berbeda dalam menyemayamkan jasad orang yang sudah meninggal.  Mereka melakukan tradisi ini dengan beberapa proses terlebih dahulu. Pertama jasad dari orang yang sudah meninggal di rendam di dalam air laut dalam beberapa waktu sampai kulit dan daging dari jasad tersebut terlepas dan hanya tersisa tulang belulang saja. Kemudian tulang - tulang tersebut di pindahkan di peti yang dalam bahasa Biak Abai. Setelah itu peti dinaikan ke ceruk pada dua tebing yang ada di pinggir pantai. Proses ini dilakukan secara manual melalui penguapan air asin oleh masyarakat Padwa kala itu . Ketika menyusuri pinggiran tebing anda bisa melihat secara langsung peninggalan masa prasejarah ini , terlihat beberapa tengkorak yang masih utuh dan tertata rapih di ceruk tebing.  Dua tebing utama yaitu Kakurandir dan Mukofidi menjadi tempat peristrahatan terkahir bagi para leluhur Padwa jaman itu.  

Untuk anda para penikmat wisata sejati ketika mengunjungi suatu tempat janganlah menyentuh, mengambil , dan membuang sampah anda pada tempat - tempat indah yang di Anuhragi Tuhan dan di warisakan oleh leluhur kita.  Jagalah kelestariannya agar anak cucu kita bisa menyaksikan  keindahan alam dan sejarah masa lalu yang mungkin saja akan lekang oleh waktu. 

Sebagai penikmat wisata bagi saya , tempat ini  lengkap dengan beberapa objek unggulan bukan hanya wisata alam namun juga sejarah dan budaya, bahkan tempat ini juga bisa dijadikan sebagai lokasi arkeologi, penelitian dan pendidikan. 

So para pejalan, jika anda penasaran akan pesona dari wisata Kuburuan Tua Padwa ini  anda bisa memasukan lokasi ini dalam list destination anda selanjutnya. Selamat berlibur ..











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Papua Pengrajin Mebel

P apua sangat kaya akan   bergagai jenis kayu kualitas terbaik seperti   kayu, dari kelompok merbau, kelompok rimba campur, dan kelompok kayu indah. Jika fungsi hutan kayu ini masih terjaga tentu masyarakat adat pemilik ulayat pun akan tetap menikmati hasil nya, selama hutan tersebut dikelola dengan system keberlanjutan tentunya. Bahkan bukan hanya masyarakat adat pemilik ulayat namun masyakat luas lainnya pun bisa mendapatkan keuntungan dari kayu – kayu terbaik yang dihasilkan oleh Hutan Papua. Yunus Inwasef, atau yang akrab di sapa Yunus adalah seorang anak muda Papua yang memutuskan untuk banting stir menjadi pengrajin mebel. Sebetulnya profesi ini adalah profesi sampingan Yunus kala bekerja sebelumnya sebagai salah satu   Community Logging officer di WWF Indonesia Program Papua. Yunus menceritakan bahwa dulunya ia belum memiliki keahlian dalam dunia permebelan, namun dikarenakan semasa berkerja ia banyak memfasilitasi masyarakat adat dalam mendapatkan pelatihan per...

Hutan Perempuan

Kawasan Hutan Perempuan   Hai para pejalan , kali ini saya akan mengajak kalian mengintip kisah dibalik kawasan Hutan mangrove di seputaran teluk dalam / teluk youtefa di Kota Jayapura. Beberapa waktu belakangan ini Hutan Mangrove di seputaran teluk youtefa ini santer dengan sebutan Hutan Perempuan.   Saya pun penasaran dan memantabkan hati untuk mengunjugi tempat ini.   Sebelumnya saya sudah memiliki nomor kontak Mama Kepala Kampung sehingga langung dapat membuat janji dengan beliau . Pagi itu tanggal 09 Des 20 saya dan beberapa teman langsung menuju ke Darmaga Ciberi untuk bertemu Bapak Orgenes Meraudje yang adalah Kepala Kampung Engros,   yang akan menjadi tour guide sekaligus membawa speed yang kami tumpangi .   Lokasinya tidak dak jauh dari darmaga sekitar 15 menit untuk dapat sampai pada Hutan mangrove yang menjadi tempat curahan hati mama – mama di Kampung Engros ini. Tonot yang dalam Bahasa lokal artinya Hutan Margrove Wiyat artinya ajakan untuk dat...