![]() |
Yunus
Inwasef, atau yang akrab di sapa Yunus adalah seorang anak muda Papua yang
memutuskan untuk banting stir menjadi pengrajin mebel. Sebetulnya profesi ini
adalah profesi sampingan Yunus kala bekerja sebelumnya sebagai salah satu Community Logging officer di WWF
Indonesia Program Papua. Yunus menceritakan bahwa dulunya ia belum memiliki
keahlian dalam dunia permebelan, namun dikarenakan semasa berkerja ia banyak
memfasilitasi masyarakat adat dalam mendapatkan pelatihan pertukangan, maka bak
menyelam minum air Yunus pun mengambil kesempatan tersebut untuk belajar hal
baru yang memperkaya skill nya.
Semenjak
tidak lagi bersama organiasi berlogo Panda ini Yunus makin menekuni profesi
barunya sebagai tukang Mebel. Baginya selama memiliki skill kita akan
tetap bisa produktif, tentu saja jika disertai dengan niat dan usaha yang
gigih. Terlebih lagi pada masa pandemi ini mencari pekerjaan baru bukanlah hal
mudah bagi kebanyakan orang, namun Yunus mensyukuri bakat terpendam pemberian
Tuhan yang ia miliki ini ternyata bisa menjadi sumber penghasilan baru baginya.
![]() |
| Contoh hasil karya Yunus |
Dalam menekuni bisnis start up nya Yunus mengaku bahwa masih banyak hal yang harus ia perbaiki, tantangan dalam berusaha tentu ada , alat – alat yang masih standar, dan keterbatasan tenaga pembantu pun menjadi faktor yang terkadang menghambat pekerjaannya. Apalagi jika mendapatkan orderan sekaligus. Yunus bercerita bahwa dirinya cukup kewalahan dalam mengejar waktu yang di tentukan oleh konsumen. Untuk menjaga kepuasan pembeli, Yunus selalu terbuka apabila ada pelanggan yang komplain. “Misalnya pembeli masih komplain terhadap finishing barang yang sudah diterima, saya tetap bersedia menangani sampai pelanggan puas atau benar-benar menerima produk saya,” ungkapnya. Yunus membuka bengkel mebel setiap hari di teras rumah nya di sentani, dengan keterbatasan yang ada Yunus tidak mudah menyerah dengan keadaan, ia yakin kelak dapat membuka bengkel mebel yang lebih besar sekaligus dapat menjadi workshopnya diamana ia dapat memajang hasil – hasil karyanya untuk dijual.
Melalui cerita ini Yunus juga berharap bagi anak muda Papua lainnya, yang juga ingin terjun di dunia
pertukangan untuk jangan gengsi memilih profesi ini dan jangan ragu juga karena tidak memiliki skill, karena
skill bisa di asah selagi niat seperti yang di alami Yunus di awal. “Menjadi seorang tukang mebel adalah pilihan bagi pemuda –
pemuda Papua yang ingin perubahan, karena rata – rata pengusaha mebel di Papua
adalah orang luar padahal kayu nya adalah kayu – kayu Papua sendiri. Kenapa
tidak kita yang mengambil peluang , kenapa tidak kita yang menjadi pelaku dan
pengrajin di tong pu tanah sendiri, tegasnya”.
Mendengar cerita Yunus , seolah mengkonfirmasi kembali bahwa banyak hal yang bisa kita buat untuk berkarya dan berprestasi tanpa harus berharap menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara. Karena yang membanggakan bukanlah seragam yang kita pakai, nominal penghasilan yang kita miliki, atau jabatan yang kita punya, tapi yang membanggakan adalah kegigihan dari nol, kerja keras , hati yang tulus , dan yang tak kalah penting INTEGRITAS.
Semoga
cerita Kaka Yunus menginspirasi tong semua ya..
![]() |
| Mabel hasil karya Yunus |
![]() |
| Rak buku yang di order konsumen |
![]() |
![]() |
| Meja minimalis |






Kk Yunus memang luar biasa.. sukses trus ya kk yunus
BalasHapusMlm om qu. Sukses selalu...kalau butu tenaga bisa, rekruet saya k????
BalasHapus